Identifikasi Puisi Gadis Peminta-Minta

Jumat, 29 Januari 2016
Assalamualaikum WR,WB.

Puisi merupakan suatu karya sastra yang tertulis dimana bahasa yang digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tamabahan, atau selain arti semantiknya. Namun kali ini saya akan membagikan contoh identifikasi puisi yang berjudul Gadis Peminta-Minta yang merupakan lanjutan dari post sebelumnya, silahkan di pahami.

GADIS PEMINTA-MINTA
Oleh : Toto Sudarto Bachtiar

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dan kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda


Identifikasi puisi :
1.      Tema : Kemanusian, yaitu menggambarkan kehidupan si gadis peminta-minta.
2.      Jenis puisi :
a.      Menurut sifat bahasa : Puisi diafan, yaitu isinya mudah dipahami dan dicerna dari setiap baris puisi gadis peminta-minta.
b.      Menurut tujuan : Puisi ekspresif, yaitu menyatakan harapan kepada gadis peminta-minta.
c.       Menurut bentuk dan jumlah barisnya : Kuatren, yaitu pada tiap baris puisi gadis peminta-minta terdapat empat baris.
d.      Menurut isi : Elegi, yaitu berisi kesedihan atau kedukaan nasib si gadis peminta-minta.
3.      Maksud puisi :
a.      Pada bait pertama : “Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa”

Maksudnya pengarang menempatkan dirinya sebagai “aku”, “aku bertemu dengan gadis peminta-minta yang membawa kaleng kecil di tangannya guna menyimpan uang belas kasihan dari orang lain. Setiap bertemu dengan gadis kecil itu, aku merasa terharu melihat gadis sekecil itu sudah bekerja mencari uang. Apalagi saat hari kasih sayang valentine, gadis kecil belum bisa mendapat kebahagiaan.”.
b.      Pada bait kedua : “Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dan kemayaan riang”
Maksudnya keingintahuan “aku” untuk mencari tahu kehidupan gadis kecil. Ia mengikutinya hingga ke tmpat tinggalnya, di bawah jembatan yang kumuh, jauh dari kehidupan maju yang berada di atas jembatan.
c.       Pada bait ketiga : “Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku”

Maksud “aku’ merasa bahwa gadis kecil itu berhak mendapatkan hidup yang lebih layak dari ini, karena ia telah banyak menderita. Terlalu banyak menderita sehingga “aku” tak berani membandingkan kesedihannya dengan duka gadis itu.
d.      Pada bait keempat : “Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda”
                                       Maksudnya “aku” merasa sedih membayangkan jika tak ada gadis kecil seperti                                        itu di dunia ini. Bulan yang menjadi lampu jika malam tiba, tidak akan merasa                                          dibutuhkan oleh manusia, sebab semua orang terlalu sibuk untuk memikirkan                                        diri sendiri.

Itu tadi sedikit ulasan dari Six New Revolution mengenai Identifikasi Puisi, Semoga informasi ini bermanfaat buat anda. Jika terdapat kesalahan kata ataupun ejaan yang kurang tepat mohon dimaafkan. Segala kritik dan saran silakan anda masukan pada kolom komentar yang sudah tersedia dibawah ini. Six New Revolution akan berusaha secepat mungkin menanggapi segala tanggapan baik kritik atau saran dari anda.


Wasalamualaikum WR,WB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar